Ketika berjalan-jalan, saya sering ngobrol dengan teman-teman mengenai mengasuh bayi.
Ketika sampai pada pembicaraan mengenai stimulasi, kebanyakan dari mereka akan berkata bahwa stimulasi tidak perlu karena bayinya juga belum ngerti….
Salah besar!
Otak bayi itu seperti spon. Kalau kita memberikan air kepada spon, spon itu akan menyerap air tersebut, bukan? Sama juga dengan otak bayi, kalau kita memberikan stimulasi, maka akan terbentuk sinaps-sinaps antar otak yang saling berhubungan, membuat bayi bisa bertambah cerdas. Memang dampak dari pembentukan sinaps ini tidak langsung bisa dilihat dengan mata, tapi seiring berjalannya waktu akan terlihat bedanya.
Bayi yang jarang diberikan stimulasi, disuruh tidur terus, kalau nangis dikasih susu biar berhenti menangis, akan berakhir pada suatu penyesalan karena saat itulah kita kehilangan kesempatan untuk memberikan stimulasi pada bayi.
Pada saat bayi menangis, padahal sudah minum susu, tidak basah, tidak dingin, tidak panas, nah, inilah tanda saat dia ingin suatu stimulasi. Jangan langsung beranggapan si kecil pasti masih kelaparan karena menangis. Kalau menangis hanya karena lapar, kemudian kita berikan susu, alhasil si kecil akan bertambah besar dan nantinya kegemukan.
Mari Ibu-ibu, bapak-bapak, coba berikan stimulasi sejak dini kepada si buah hati. Inilah investasi yang dapat Anda berikan kepada mereka sebagai bekal untuk di kemudian hari!
