Stimulasi Penting untuk bayi

Januari 19, 2009

Ketika berjalan-jalan, saya sering ngobrol dengan teman-teman mengenai mengasuh bayi.

Ketika sampai pada pembicaraan mengenai stimulasi, kebanyakan dari mereka akan berkata bahwa stimulasi tidak perlu karena bayinya juga belum ngerti….

Salah besar!

Otak bayi itu seperti spon. Kalau kita memberikan air kepada spon, spon itu akan menyerap air tersebut, bukan? Sama juga dengan otak bayi, kalau kita memberikan stimulasi, maka akan terbentuk sinaps-sinaps antar otak yang saling berhubungan, membuat bayi bisa bertambah cerdas. Memang dampak dari pembentukan sinaps ini tidak langsung bisa dilihat dengan mata, tapi seiring berjalannya waktu akan terlihat bedanya.

Bayi yang jarang diberikan stimulasi, disuruh tidur terus, kalau nangis dikasih susu biar berhenti menangis, akan berakhir pada suatu penyesalan karena saat itulah kita kehilangan kesempatan untuk memberikan stimulasi pada bayi.

Pada saat bayi menangis, padahal sudah minum susu, tidak basah, tidak dingin, tidak panas, nah, inilah tanda saat dia ingin suatu stimulasi. Jangan langsung beranggapan si kecil pasti masih kelaparan karena menangis. Kalau menangis hanya karena lapar, kemudian kita berikan susu, alhasil si kecil akan bertambah besar dan nantinya kegemukan.

Mari Ibu-ibu, bapak-bapak, coba berikan stimulasi sejak dini kepada si buah hati. Inilah investasi yang dapat Anda berikan kepada mereka sebagai bekal untuk di kemudian hari!

Seminar Bayi Cerdas, Kenapa Tidak??

Januari 18, 2009

Bekerja sama dengan BPK Gunung Mulia, diadakanlah sebuah seminar “Bayi Cerdas, Kenapa Tidak??” di gedung BPK Gunung Mulia Kwitang.

Seminar yang berdurasi kurang lebih 1,5 jam ini dibuka oleh Bapak Steve dan dilanjutkan oleh sebuah nyanyian berjudul Bunda oleh Bpk Beno.

Para pendengar sangat antusias dengan materi yang dikaji dalam seminar ini, yaitu mengenai:
1. ASI eksklusif dan bagaimana agar sukses menyusui eksklusif selama 6 bulan, kalau bisa dilanjutkan sampai 2 tahun.
2. Pemberian makanan pendamping ASI dengan cara menyenangkan lewat permainan dan juga edukasi, lebih kerennya disebut “MEDUTAINMENT”
3. Sharing antara Ibu Koming yang merupakan ibu yang aktif di ranah perfilman, tapi juga tetap sukses mengurus anaknya.
4. Sharing dari Ibu Emilia tentang gizi.

Ibu Emilia, Holy dan Ibu Koming

Ibu Emilia, Holy dan Ibu Koming

Memang sebenarnya mengurus bayi itu gampang-gampang susah, tapi kalau memang sudah niat, pasti ada jalannya. Oleh karena itu, berawal dari perjalanan mengikuti Nestle Cerelac Ibu Cemerlang 2007, mata saya mulai terbuka, bahwa ternyata banyak sekali ibu-ibu yang tidak menyusui bayinya, menggantikannya dengan susu formula. Gak salah memang, tapi hal ini menyebabkan banyak hal yang sangat memprihatinkan:
1. Anak bisa jadi terlalu gemuk karena lemak yang terkandung dalam susu formula lebih tinggi kadarnya dari ASI
2. Anak akan mengalami berbagai macam masalah pada saluran cernanya, mulai dari konstipasi, alergi, dll.
3. Ikatan antara ibu dan anak akan berkurang
4. Taraf kecerdasannyapun lebih rendah dibandingkan dari bayi yang mengkonsumsi ASI (ini diambil dari berbagai sumber)

Sejak saat itu, saya mulai terenyuh, ternyata menyusui bagi kebanyakan ibu itu sangat menyulitkan. Karena itu saya ingin sekali berbagi dengan para ibu yang lain bagaimana agar bisa sukses menyusui bayi dengan ASI selama 6 bulan, kemudian melanjutkan sampai 2 tahun.

Semoga lewat buku “Bayi Cerdas, Kenapa Tidak” yang diterbitkan oleh BPK Gunung Mulia, bisa menambah wawasan para ibu, bahwa menyusui itu suatu yang luar biasa yang WAJIB dilakukan oleh para ibu di seluruh Indonesia.

Apabila hal ini tercapai, pasti kualitas SDM Indonesia juga meningkat. Ini mimpi saya. Satu langkah kecil yang saya lakukan, PASTI akan memberikan dampak di suatu hari nanti.

Hello world!

Januari 18, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.